Dampak Krisis Air Pertanian Pekalongan, Rendemen Gabah Anjlok Harga Ikut Turun
Krisis Air Mengintai Kesesi Pekalongan: Rendemen Padi Minim, Petani Mulai Kesulitan Air di Awal Kemarau PEKALONGAN, 14 Juli 2026 – Memasuki pertengahan bulan Juli 2026, para petani di wilayah Kabupaten Pekalongan mulai dihantui oleh bayang-bayang krisis air. Kondisi ini memicu berbagai persoalan klasik di tingkat tapak, mulai dari penurunan kualitas hasil panen (rendemen) hingga kendala sosial dalam pengelolaan irigasi darurat. Berdasarkan informasi yang dihimpun di Desa Watugajah, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan pada Selasa (14/7/2026), sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut memang telah menyelesaikan masa panen. Namun, sebagian petani lainnya justru baru saja memulai Musim Tanam 2 (MT 2), sebuah keputusan yang cukup berisiko di tengah menyusutnya pasokan air. Rendemen Minim Picu Harga Gabah Rp6.000 Dampak dari keterbatasan air pada fase pengisian bulir padi mulai dirasakan langsung pada nilai jual gabah. Mbak Ning, salah seorang penebas atau pembeli gabah yan...