Reshuffle Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan, Handono Ketua Terpilih Fokus Literasi Petani
PEKALONGAN, 28 Juni 2026 – Musyawarah Daerah Reorganisasi Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan yang digelar di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian pada tanggal 25 Juni 2026 secara resmi menetapkan Handono Warih sebagai Ketua Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan untuk periode kepengurusan 2026–2028.
Melalui forum musyawarah yang dihadiri oleh para penggerak agrikultur muda daerah tersebut, Handono Warih yang sebelumnya menjabat sebagai Humas terpilih untuk meneruskan estafet kepemimpinan dari ketua periode sebelumnya, Kuswanto.
Rekam jejak Handono Warih sebagai instruktur penyuluh pertanian di bidang agrokompleks dan penggerak pelatihan ketahanan pangan di tingkat akar rumput menjadi modal kuat dalam memimpin arah baru organisasi ke depan.
Dalam menahkodai kepengurusan selama dua tahun ke depan, Handono Warih membawa visi penyegaran yang berfokus pada penguatan kapasitas keilmuan para petani muda, terutama pada integrasi antara pertanian organik dan pertanian presisi berbasis metode post modern.
Paradigma pertanian pascamodern ini tidak lagi hanya mengejar kuantitas produksi secara eksploitatif, melainkan menyatukan kearifan ekologis sirkular dengan efisiensi teknologi tinggi. Implementasinya di lapangan akan diwujudkan melalui pengenalan sistem agroekologi mandiri tanpa bahan kimia, pemanfaatan mikroorganisme lokal, serta penerapan konsep pertanian nirlimbah guna memulihkan sekaligus menjaga kualitas ekosistem tanah di wilayah Pekalongan.
"Kami siap melanjutkan estafet kepemimpinan dari kepengurusan sebelumnya. Fokus utama kami ke depan adalah menggeser paradigma pertanian lama menuju metode pascamodern. Kita tidak bisa lagi bertani dengan cara yang merusak alam. Petani milenial Pekalongan harus menguasai pertanian organik yang menjaga kelestarian tanah, sekaligus memanfaatkan teknologi presisi agar input yang kita berikan ke tanaman benar-benar terukur dan efisien," ujar Handono Warih dalam sambutan perdananya setelah terpilih.
Langkah ekologis tersebut diperkuat dengan penerapan pertanian presisi guna menjamin efisiensi alokasi sumber daya secara terukur. Para petani milenial Pekalongan nantinya akan dibekali keahlian teknis dalam memanfaatkan sensor tanah, pemetaan lahan berbasis drone, hingga akurasi sistem automasi irigasi, sehingga penggunaan air, benih, maupun pupuk organik dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil tanaman di lapangan. Melalui pendekatan berbasis data ini, biaya operasional dapat ditekan seminimal mungkin tanpa mengorbankan kualitas hasil panen.
Guna memastikan keberlanjutan sektor ini dari hulu ke hilir, kepengurusan di bawah arahan Handono Warih juga menaruh perhatian besar pada program inkubasi bisnis agropreneur.
Fokus program ini diarahkan pada standardisasi sertifikasi hijau untuk komoditas organik, inovasi pengemasan modern, serta pembukaan akses langsung ke pasar premium dan platform perdagangan digital.
Untuk mendukung ekosistem tersebut, Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan akan memperluas jaringan kemitraan dengan kalangan akademisi, sektor swasta sebagai pembeli siaga, hingga instansi TNI dan Polri dalam program ketahanan pangan nasional.
Gerakan edukasi ke sekolah dan kampus juga digencarkan untuk mengubah stigma agrikultur konvensional menjadi sektor karier masa depan yang menjanjikan, sehat, dan berdaya saing tinggi bagi generasi muda Pekalongan.
Har

Komentar
Posting Komentar