Banjir Bandang dan Longsor Susulan Guncang Kota Padang, 3 Kecamatan Terdampak
Banjir Bandang dan Longsor Guncang Kota Padang, 3 Kecamatan Terdampak
![]() |
| Evakuasi warga Dadok, karena masih banyak yang terkepung banjir. (2/1/2026) |
Oleh: Redaksi Infokota (dari percakapan dengan warga Padang, Dimansyah, Alamat :
Jalan Kasumbo, kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang Sumatera Barat)
Padang, Sumbar, 3 Januari 2026 - Kota Padang diguncang oleh bencana alam berupa banjir bandang dan longsor susulan akibat hujan lebat yang turun beberapa hari terakhir (1-2 Januari 2026). Berdasarkan laporan warga Dimansyah, tiga kecamatan yang terdampak adalah Pauh, Kuranji, dan Koto Tangah, dengan wilayah Batu Busuk menjadi daerah paling parah.
Kondisi Wilayah Terdampak
Di Batu Busuk, akses masyarakat terputus total akibat longsor dan akumulasi kayu gelondongan di sungai yang menghambat aliran air. Warga melaporkan bahwa akses terputus sejak kemarin malam akibat hujan yang terus-menerus. Sebagian genangan air dan derbis sudah dibersihkan oleh tim relawan, namun kondisi jalan masih sulit ditembus.
Selain itu, di lokasi tempat tinggal Dimansyah (di daerah yang aman), terdapat 12 rumah yang rusak akibat angin puting beliung.
Kondisi Jalan Lintas Sumatera
Jalan lintas Sumatera Padang–Bukittinggi, tepatnya di Lembah Anai, ditutup sementara dan hanya dibuka untuk motor dan mobil roda empat. Sementara itu, jalan lintas Sumatera Padang–Solok mengalami kemacetan parah di Panorama 1 dan 2.
Laporan juga menyebutkan bahwa Jembatan Gunung Sarik pernah putus pada bulan Desember lalu akibat longsor dan banjir bandang, dan saat ini sedang dalam proses perbaikan. Banyak kendaraan terjebak di lokasi tersebut, namun jumlah korban belum diketahui.
Tanggapan dan Upaya Penanganan
Tim relawan telah bergerak membersihkan genangan air dan derbis di beberapa wilayah. Warga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan menghindari daerah rawan bencana. Redaksi Infokota juga telah meminta warga untuk mengirim foto dan video kondisi sekitar, termasuk aktivitas relawan, untuk melengkapi laporan.
“Kondisi di lapangan masih membutuhkan perhatian lebih, terutama akses ke daerah terpencil seperti Batu Busuk,” ujar Dimansyah dalam percakapan.
Laporan ini berdasarkan informasi dari warga, untuk informasi lebih lengkap akan kami kabarkan selanjutnya.
drc

Komentar
Posting Komentar