Jika Anak Nakal, Pertanyakan Pola Asuhnya Dahulu.
Foto hanya ilustrasi, sekumpulan anak yang disinyalir berpotensi membuat kerusuhan di lingkungan umum.
Hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menyatakan bahwa Nabi SAW bersabda:
ΨΉَΩْ Ψ£َΨ¨ِΩ ΩُΨ±َΩْΨ±َΨ©َ ΩَΨ§Ωَ ΩَΨ§Ωَ Ψ±َΨ³ُΩΩُ Ψ§ΩΩَّΩِ Ψ΅َΩَّΩ Ψ§ΩΩَّΩُ ΨΉَΩَΩْΩِ ΩَΨ³َΩَّΩ َ Ω َΨ§ Ω ِΩْ Ω َΩْΩُΩΨ―ٍ Ψ₯ِΩَّΨ§ ΩُΩΩَΨ―ُ ΨΉَΩَΩ Ψ§ΩْΩِΨ·ْΨ±َΨ©ِ ΩَΨ£َΨ¨َΩَΨ§Ωُ ΩُΩَΩِّΨ―َΨ§ΩِΩِ ΩَΩُΩَΨ΅ِّΨ±َΨ§ΩِΩِ ΩَΩُΨ΄َΨ±ِّΩَΨ§ΩِΩِ
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah; kedua orang tuanyalah yang menjadi penganut agama Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.''
Peribahasa "anak polah bapak kepradah" berarti anak berperilaku, maka bapak yang menanggung atau merasakan akibatnya. Peribahasa ini menjelaskan bahwa orang tua juga akan ikut menanggung malu, beban, atau penderitaan karena perbuatan buruk yang dilakukan oleh anaknya.
Makna lebih lanjut:
Tanggung Jawab Orang Tua:
Peribahasa ini menekankan tanggung jawab orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak agar memiliki budi pekerti yang baik.
Nasihat untuk Anak:
Ini juga merupakan nasihat bagi anak untuk selalu menjaga nama baik orang tua, karena tindakan mereka akan berdampak langsung pada reputasi keluarga.
Konsekuensi Perbuatan:
Anak yang melakukan tindakan yang salah, seperti berkelahi atau merusak barang, akan berujung pada konsekuensi yang juga ditanggung oleh orang tuanya, baik secara hukum, finansial, maupun sosial.
Jadi, tidak ada anak nakal yang lepas dari tanggungjawab orang tua atau lebih tepatnya sang ayah yang wajib membina akal, nalar, dan budi pekertinya.
Semua kelakuan anak itu tergantung bagaimana ayahnya mendidiknya, menata akhlak dan perilakunya. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik serta menuntun anak-anak kita ke jalan yang baik dan benar.
Handono

Komentar
Posting Komentar